Mengenal Virus, Sang Partikel Hidup

Apa itu Virus? Temukan jawabannya disini!

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 10 September 2015

Mengenal Virus, Sang Partikel Hidup

Apa itu virus? - Virus bisa disebut sebagai parasit intraseluler yang bersifat obligat. Virus hanya dapat memperbanyak diri di dalam sel hidup. Hal ini terjadi dikarenakan virus tidak memiliki komponen yang mereka butuhkan untuk bereproduksi di luar sel, seperti sumber energi, sistem, dan komponen-komponen lainnya.

Virus1
Visualisasi Virus (Hijau)

Morfologi Virus - Virus memiliki struktur yang jauh lebih sederhana dibanding dengan bakteri. Virus sendiri memiliki ukuran yang sangat renik (25-300 nm) sehingga hanya bia diamati oleh mikroskop elektron.

Struktur tubuh virus berupa partikel yang disebut virion dan terdiri atas asam nukleat (DNA atau RNA) yang terbungkus oleh selubung protein yang disebut kapsid. Kapsid sendiri tersusun atas banyak sub-unit protein yang disebut kapsomer. Beberapa virus memiliki selubung tebal (envelope) yang mengandung protein, lemak, karbohidrat, dan logam kelumit. Envelope sendiri memiliki fungsi sebagai pelindung kapsid virus dari antigen inang.
  • Virus yang memiliki envelope cenderung lebih resisten atau tahan terhadap sistem imun dari inangnya.
  • Sebaliknya, virus tanpa envelope umumnya lebih mudah dihadapi oleh imun inangnya, sehingga virus seperti ini umumnya berada pada tumbuh-tumbuhan.
Virion bisa berbentuk kubus, bulat, iksohedral, heliks, dan bakteriofage. Untuk lebih memahami struktur virus bisa kita lihat pada gambar di bawah ini:

Struktur Virus
Struktur Virus; dari kri ke kanan: heliks, iksohedral, bulat, bakteriofage.


Contoh virus heliks : virus mosaik tembakau (TMV)
Contoh virus iksohedral : Adenovirus
Contoh virus heliks : virus Influenza
Contoh virus heliks : Bakteriofage T4

Reproduksi Virus - Mekanisme perbanyakan virus di dalam sel tergantung pada materi genetik dsn komponen tambahan yang berada di dalam kapsid (ex. enzim-enzim khusus). Replikasi virus sendiri terdiri dari dua cara yaitu,


3
Klik untuk Memperbesar
  1. Siklus Litik disebut juga siklus ganas atau virulen karena mengakibatkan sel inang pecah (lisis) dan mengeluarkan partikel virus yang baru. Tahap : Pelekatan (Adsorpsi) - Injeksi (Penetrasi) - Replikasi - Sintesis - Lisis
  2. Siklus Lisogenik disebut juga siklus tidak ganas dan avirulen karena infeksi virus dalam sel inang tidak akan mengganggu aktivitas sel. Pada siklus lisogenik, penggandaan virus berlangsung bersamaaan dengan penggandaan sel inangnya.

Selain itu, ada pula reproduksi khusus yang dilakukan oleh virus RNA beramplop (envelope) yang biasa menyerang para hewan. Berikut skema dari replikasi virus tersebut.

4

Daftar Virus - Jumlah virus yang ada di dunia ini sangat beragam, mulai dari yang berukuran hanya sekitar 25 nm sampai yang berukuran 'raksasa' berukuran 300 nm. Virus sendiri berdasarkan untaiannnya dapat dibagi menjadi:
  • DNA beruntai ganda (dsDNA)
  • DNA beruntai tunggal (ssDNA)
  • RNA berutai ganda (dsRNA)
  • RNA beruntai tunggal (ssRNA) ; berperan sebagai mRNA
  • ssRNA ; cetaka untuk sintesis mRNA
  • ssRNA ; cetakan untuk sintesis DNA
Virus ADN

1. Adenovirus -> menginfeksi alat digesti (usus), alat respirasi, konjungtiva, tumor pada manusia.
2. Herpes Simplex Virus -> menginfeksi mulut, alat kelamin manusia, dan tumor rahim pada manusia.
3. Papavovirus -> menyebabkan kutil pada manusia, dan kanker pada hewan.
4. Poliovirus -> menyebabkan penyakit polio
5. Virus rubella -> menyebabkan campak jerman
6. Paramyxovirus Pneumonia Atibical -> menyebabkan penyakit gondong dan campak.
7. Virus Coryza / Rhinovirus -> menyebabkan pilek (flu)
8. Poxivirus -> menyebabkan campak dan cacar

Virus ARN

9. Orthomycovirus -> menyebabkan influenza
10. Hepatitis -> menyebabkan hepatitis
11. Paramyxovirus NCD -> menyebabkan tetelo pada ayam
12. Picornavirus -> menyebabkan infeksi perut, poliomyelitis, dan hepatitis A
13. Rhabdovirus -> menyebabkan rabies
14. Reovirus -> menyebabkan muntah dan diare
15. Retrovirus -> menyebabkan tumor kelenjar susu, leukimia, AIDS, dan sarkoma pada ayam
16. Togo virus (Flavivirus) -> menyebabkan demam berdarah, demam kuning
17. Tobacco Mosaic Virus (TMV) -> menyebabkan penyakit mosaik pada daun tembakau
18. Myxovirus -> menyebabkan influenza

---------------------------------------------------------------------

Istilah Terkait

Viroid - Pada tahun 1971, ahli patologi tumbuhan O. T. Diener menemukan partikel RNA infektif yang lebih kecil dari pada virus dan dapat menyebabkan peny akit pada tumbuhan. Ia menamakannya viroid. Viroid menginfeksi tanaman kentang, menyebabkan umbi kentang menggelendong (spindle tuber disease).

Viroid mirip dengan virus, yaitu hanya mampu bereproduksi di dalam sel hidup sebagai partikel RNA. Akan tetapi, viroid berbeda dengan virus dimana setiap partikel RNA berisi RNA tunggal yang spesifik. Sebagai tambahan, viroid tidak mempunyai kapsid ataupun dinding luar.


Prion - Prion merupakan partikel infektif kecil yang berisi protein. Beberapa peneliti percaya bahwa prion berisi protein tanpa asam nukleat, karena prion terlalu kecil untuk menampung asam nukleat dan karena prion tidak dapat dirusak oleh agen pencerna asam nukleat.

---------------------------------------------------------------------

Minggu, 21 Desember 2014

Apa Itu Sikap Ilmiah yang Harus Dimiliki Para Ilmuwan?

Gambar Sikap IlmiahSetelah mengetahui apa itu metode ilmiah di artikel sebelumnya, mari kita sekarang membahas apa itu sikap ilmiah! Sikap Ilmiah ini tidak kalah penting dengan metode ilmiah. Sikap ilmiah akan membentuk karakter sobat terhadap ilmu pengetahuan. Dan jika sobat sudah menjadi seorang ilmuwan profesional, sikap ilmiah ini yang baik akan memberikan citra positif bagi sobat di kalangan para ilmuwan.

Sikap Ilmiah adalah sikap atau pola pikir yang harus dimiliki oleh seorang peneliti atau ilmuwan dalam melakukan penelitian suatu objek atau kejadian, baik masalah yang sedang ditekuninya maupun masalah di kehidupan sehari-hari.

Apa saja sikap atau pola pikir yang termasuk dalam Sikap Ilmiah?
  • Dapat membedakan antara fakta dan opini.
    • Saat membaca jurnal atau artikel ilmiah untuk mendukung penelitian yang dilakukan, ilmuwan harus dapat membedakan antara fakta dan opini.
      • Fakta adalah informasi yang diperoleh dari bukti-bukti pada data. Jika ilmuwan menguji kembali fakta tersebut maka hasil pengerjaan, pengukuran, dan pengamatan akan menunjukan hasil yang sama berulang kali, siapa pun yang mengerjakannya.
      • Opini adalah pendapat mengenai objek subjek khusus atau peristiwa tertentu. Opini dapat berdasarkan fakta ataupun tidak. Tidak ada data spesifik yang pasti.
    • Pengetahuan tentang perbedaan fakta dan opini merupakan hal penting yang harus diketahui.
  • Berani dan Santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi.
  • Mengembangkan keingintahuan.
  • Kepedulian terhadap lingkungan.
  • Berpendapat secara ilmiah dan kritis.
  • Berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab. 
  • Bekerja sama.
  • Jujur terhadap fakta.
  • Disiplin dan tekun. 
 Dari uraian di atas nampak ada beberapa ilmuwan yang memiliki sikap ilmiah seperti di atas. Menurut saya, ilmuwan-ilmuwan tersebut ialah Sir Isaac Newton, Louis Pasteur, Benjamin Franklin, dan masih banyak lagi.

Jadi Begini Langkah Metode Ilmiah yang Baik dan Benar?

Tahukah sobat apa itu metode ilmiah? Tahukah bedanya antara metode ilmiah, sikap ilmiah, dan laporan ilmiah? Jika belum tahu, saya akan memberikan sedikit ringkasannya, karena ketiga hal tadi akan dijelaskan secara terpisah.

Gambar Metode IlmiahMetode Ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) adalah cara atau tahapan tertentu yang harus dikerjakan oleh seseorang (terutama ilmuwan) dalam melakukan suatu penelitian.

Sikap Ilmiah adalah sikap atau pola pikir yang harus dimiliki oleh seorang peneliti atau ilmuwan dalam melakukan penelitian suatu objek atau kejadian, baik masalah yang sedang ditekuninya maupun masalah dikehidupan sehari-hari.

Laporan Ilmiah adalah hasil percobaaan yang dijabarkan berupa uraian tertulis dengan penyampaian secara sistematis dan terurut.


Pada artikel kali ini, saya akan membahas metode ilmiah terlebih dahulu. Sebenarnya pengertian metode ilmiah di atas sudah dapat mewakili mengenai apa arti dari metode ilmiah itu sendiri tapi di sini saya akan mencoba untuk memberikan pengertian lain yang sebenarnya memiliki inti yang sama dan akan tampak terlihat lebih keren :p

Metode Ilmiah atau Proses Ilmiah merupakan proses keilmuwan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.

Bukti Fisis? Apa Itu Bukti Fisis? Bukti Fisis di sini berbeda dengan bukti fisik di pelajaran ekonomi, tetapi mengarah kepada bukti nyata yang tampak dan bukan khayalan belaka.

Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
  1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis.
  4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
Setiap langkah di atas dapat diilustrasikan dengan contoh dari penemuan struktur DNA yang dapat sobat lihat di Wikipedia Ini!

Lanjut, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, bahwa metode ilmiah merupakan suatu langkah riset yang sistematis. Langkah sistematis dalam metode ilmiah meliputi:
 
    Gambar Sistematis
  1. Merumuskan Masalah (5W + 1H) 
  2. Mengajukan Hipotesis
  3. Melakukan Percobaan
  4. Pengambilan Data
  5. Pengolahan Data dan Analisis
  6. Kesimpulan
  7. Publikasi



Berikut akan dijelaskan masing - masing dari tahapan tersebut:

Merumuskan Masalah (5W + 1H) 
  • Observasi > melakukan pengamatan berbagai objek kehidupan dan temukan permasalahan yang akan diteliti.
  • Menyusun Kerangka Berfikir > Kerangka berfikir dicari melalui kepustakaan atau fakta empiris.
  • Menentukan Tujuan Penelitian
  • Menentukan Variabel - Variabel Penelitian:
    • Variabel bebas (independent variable) > variabel yang mempengaruhi, variabel bebas disebut juga variabel manipulasi, karena variabel ini bebas ditentukan oleh peneliti.
    • Variabel terikat (dependent variable) > variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
  • Kelompok Kontrol >  kelompok yang tidak diberi perlakuan, dikondisikan sesuai kondisi alamiahnya. Kontrol biasanya digunakan sebagai pembanding saat kita melakukan suatu perlakuan tertentu.
  • Kelompok Eksperimen >  kelompok yang diberi perlakuan, kelompok di mana variabel bebas diaplikasikan.
Mengajukan Hipotesis
  • Hipotesis merupakan suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan. Hipotesis ditentukan dari asumsi, di mana asumsi adalah sesuatu hal yang kebenarannya sudah tidak diragukan lagi.
Melakukan Percobaan
  •  Melakukan Percobaan sesuai dengan metodologi yang telah disusun dan valid.
Pengambilan Data
  • Pengambilan data sesuai dengan waktu yang telah didesain atau direncanakan.
  • Dapat berupa:
    • Data Kualitatif (tidak bisa diukur) : perubahan warna, perubahan rasa.
    • Data Kuantitatif (bisa diukur) : tinggi, massa, waktu.
 Pengolahan Data dan Analisis
  • Data diolah menjadi suatu bentuk informasi. Informasi yang disajikan tergantung pada cara pengolahan, penyampaian, dan penyajiannya.
  • Analisa data dapat menggunakan statistik atau secara deskriptif untuk menguji hipotesis.
Kesimpulan
  • Kesimpulan yang baik adalah menjawab tujuan penelitian.
Publikasi
  • Hasil penelitian di publikasikan ke kayalak melalui jurnal penelitian, seminar nasional atau internasional, symposium, atau lewat internet. Melalui publikasi, seorang saintis mampu mengkomunikasikan hasil temuannya dan bertukar pikiran maupun metode dengan peneliti lain yang memeliti hal yang sama.

Melakukan Metode Ilmiah sangat diperlukan agar penelitian yang kita lakukan terhindar dari masalah. Penelitian yang dilakukan dengan asal-asalan akan menghasilkan hasil yang asal-asalan pula. Sobat tidak maukan penelitian yang kalian lakukan berjalan berantakan? Semoga artikel ini dapat membantu sobat, terima kasih.

Sabtu, 20 Desember 2014

Apa Itu Kromosom dan Apa Saja Bagian-Bagiannya?

Disclaimer : Maaf Sebelumnya, saya ingin memberi tahu bahwa artikel ini saya ambil penuh dari blog gado-gado yang masih menjadi hak milik saya yaitu !Enthusiast-Blog! Saya membawanya kesini karena merasa artikel  ini lebih pas dimasukan ke blog yang memiliki tema serupa dan mengalami sedikit modifikasi dan tambahan berupa video dan gambar lainnya.


Kromosom berasal dari kata chrome artinya berwarna dan soma artinya badan. Oleh karena itu, kromosom dapat diartikan sebagai badan yang menyerap warna. Kromosom terdapat pada nukleus (inti sel) setiap sel. Kromosom dapat diamati pada tahap metafase saat pembelahan mitosis maupun meiosis. Pada saat tidak membelah diri, di dalam nukleus tidak terbentuk badan kromosom, tetapi dalam bentuk benang-benang yang terurai yang disebut benang kromatin.



kromosom


Pada 1875 dan 1890, para ahli Sitologi mempelajari proses mitosis dan meiosis secara mendalam. Mereka menemukan indikasi adanya hubungan antara kromosom dan gen yang dijelaskan Mendel. Beberapa kesamaan tersebut di antaranya sebagai berikut.
  • Pada sel diploid, kromosom dan gen sama-sama berpasangan
  • Pasangan kromosom homolog berpisah saat meiosis. Begitu juga dengan pasangan gen sealel saat menjadi gen gamet.
  • Fertilisasi mengembalikan keadaan kromosom dan gen yang berpasangan.
 
Sekitar 1902 alter S. Sutton dan Theodor Boveri menyadari hubungan tersebut. Maka terbentuklah teori kromosom tentang pewarisan sifat. Teori ini menyatakan bahwa:
  • gen berada dalam satu tempat di dalam kromosom yang disebut lokus;
  • alel dari setiap gen berada dalam satu kromosom homolog;
  • setiap gen yang berbeda, berada dalam lokus yang berbeda atau kromosom lain.



kromosom


Suatu kromosom terdiri dari beberapa bagian yaitu kromatid, kromomer, sentromer atau kinetokor, satelit, dan telomer.

1. Kromatid

Kromatid adalah salah satu dari dua lengan hasil replikasi kromosom. Kromatid masih melekat satu sama lain pada bagian sentromer. Istilah lain untuk kromatid adalah kromonema. Kromonema merupakan filamen yang sangat tipis yang terlihat selama tahap profase (dan kadang-kadang pada tahap interfase). Kromonema sebenarnya merupakan istilah untuk tahap awal pemintalan kromatid. Jadi, kromonema dan kromatid merupakan dua istilah untuk struktur yang sama.
 
2. Kromomer

Kromomer adalah penebalan-penebalan pada kromonema. Kromomer ini merupakan struktur berbentuk manik-manik yang merupakan akumulasi dari materi kromatin yang terkadang terlihat saat interfase. Kromomer sangat jelas terlihat pada kromosom politen (kromosom dengan DNA yang telah direplikasi berulang kali tanpa adanya pemisahan dan terletak berdampingan sehingga bentuk kromosom seperti kawat)

3. Sentromer

Sentromer adalah daerah konstriksi (lekukan primer) di sekitar pertengahan kromosom. Pada sentromer terdapat kinetokor. Kinetokor adalah bagian kromosom yang yang merupakan tempat perlekatan benang spindel selama pembelahan inti dan merupakan tempat melekatnya kromosom.
 
4. Lekukan kedua

Pada beberapa kromosom terdapat lekukan kedua yang berada di sepanjang lengan dan berhubungan nucleolus. Oleh karena itu disebut dengan NOR (Nucleolar Organizing Regions).

5. Satelit

Satelit adalah bagian kromosom yang berbentuk bulatan dan terletak di ujung lengan kromatid. Satelit terbentuk karena adanya kontriksi sekunder di daerah tersebut. Tidak semua kromosom memiliki satelit.

6. Telomer

Telomer merupakan istilah yang menunjukkan daerah terujung pada kromosom. Telomer berfungsi untuk menjaga stabilitas bagian terujung kromosom agar DNA di daerah tersebut tidak terurai. Karena pentingnya telomer, sel yang telomer kromosomnya mengalami kerusakan umumnya segera mati.


Kromosom terdiri atas sentromer dan lengan kromosom. Sentromer tidak mengandung gen dan merupakan tempat melekatnya kromosom. Jika dilihat menggunakan mikroskop, sentromer terlihat terang karena kemampuan menyerap zat warna yang rendah. Sentromer memiliki fungsi penting dalam pembelahan sel mitosis.


Lengan kromosom merupakan bagian kromosom yang mengandung gen. setiap kromosom memiliki satu atau dua lengan. Setiap lengan kromosom, terdapat benang halus yang terpilin. Benang-benang halus tersebut dikenal dengan kromatin. Benang-benang kromatin juga merupakan untaian DA (deo yribonucleic acid) yang berpilin dengan protein histon. Bentuk ikatan DNA dan protein histon disebut juga nukleosom. Perhatikan gambar berikut.
 
kromosom



Untuk lebih jelasnya, kita bisa melihat video singkat (0:47) berikut ini:



Bentuk Kromosom
Kromosom memiliki bentuk yang berbeda-beda. Berdasarkan panjang lengan yang dimilikinya kromosom dibedakan menjadi metasentrik, submetasentrik, akrosentrik, dan telosentrik.
  • Metasentrik, kromosom jenis ini memiliki panjang lengan yang relatif sama sehingga sentromer berada di tengah-tengah kromosom. Gambar (a) 
  • Submetasentrik, kromosom jenis ini memiliki satu lengan kromosom lebih pendek sehingga letak sentromer sedikit bergeser dari tengah kromosom. gambar (b)
  • Akrosentrik, pada kromosom ini salah satu lengan kromosom jauh lebih pendek dibandingkan lengan kromosom lainnya. Gambar (c)
  • Telosentrik, kromosom ini hanya memiliki satu buah lengan saja sehingga letak sentromernya berada di ujung kromosom. Gambar (d)
 
kromosom 

Tipe Kromosom
  • Kromosom dalam tubuh berdasarkan pengaruhnya terhadap penentuan jenis kelamin dan sifat tubuh dibedakan menjadi dua, yaitu:
    Autosom, disebut juga kromosom biasa atau kromosom tubuh. Autosom tidak menentukan jenis kelamin organisme. Pada manusia dengan jumlah kromosom sel somatis 46 buah, memiliki 44 autosom. Selebihnya, 2 kromosom, adalah kromosom kelamin. Penulisan autosom dilambangkan dengan huruf A sehingga penulisan autosom sel somatis manusia adalah 44A atau 22AA.
  • Gonosom, disebut juga kromosom kelamin atau kromosom seks. Gonosom dapat menentukan jenis kelamin makhluk hidup. Jumlahnya sepasang pada sel somatis. Pada manusia dengan jumlah kromosom sel somatis 46 buah, terdapat 44 autosom dan 2 gonosom. Terdapat 2 jenis gonosom, yaitu X dan Y. Umumnya pada makhluk hidup, gonosom X menentukan jenis kelamin betina dan gonosom Y menentukan jenis kelamin jantan. Susunan gonosom wanita XX dan gonosom pria XY. Oleh karena itu, penulisan kromosom sel somatis (2n) adalah 44A + XY (pria) atau 44A + XX (wanita). Adapun untuk sel gamet (n) adalah 22A + X atau 22A + Y.



http://biologi-indonesia.blogspot.com/2013/09/penjelasan-tentang-kromosom.html
http://desybio.wordpress.com/2010/04/01/susunan-dan-bagian-bagian-kromosom-2/

Mengenal Cabang - Cabang Keilmuwan Biologi dan Tokoh Besarnya!

Setelah mempelajari apa itu biologi di artikel sebelumnya, mari kita membahas cabang-cabang ilmu biologi.

Biologi merupakan bidang ilmu yang luas dan bagian dari ilmu pengetahuan alam. Biologi mencakup berbagai cabang bidang ilmu. Cabang-Cabang biologi berkembang pesat terutama sejak abad ke-20.

Cabang biologi dapat dipilah berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria pemilihan cabang-cabang biologi antara lain berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, kelompok organisme, aspek kehidupan, atau kaitannya dengan ilmu lain (sebagai ilmu campuran dan terapan.)

*Tokoh Besar (atau tokoh yang sering disebut sebagai "Bapak" ilmu bersangkutan),di Setiap Cabang Ilmu Diberi Tanda Bold dan Italic dan ditaruh dipaling kanan*


Berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, cabang biologi mencakup:

DNA
Genetika sebagai Salah Satu Cabang Ilmu Biologi
  1. Biologi Molekular mengkaji kehidupan pada tingkat biomolekul. Louis Pasteur.
  2. Genetika : Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat. Gregor Mendel
  3. Sitologi : Ilmu yang mempelajari tentang sel. Schleiden dan Schwan
  4. Histologi : Ilmu yang mempelajari tentang jaringan. Marie François Xavier Bichat
  5. Pada Tingkat Organ : Pulmologi (Ilmu yang mempelajari paru-paru); Kardiologi (Ilmu yang mempelajari tentang jantung); Endokrinologi (Ilmu yang mempelajari hormon); Neurologi (Ilmu yang mempelajari tentang saraf).
  6. Ekologi : Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan. Carolus Linnaeus
Berdasarkan tingkat kelompok organisme, cabang biologi mencakup:

  1. Taksonomi :  Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup. Carolus Linnaeus
  2. Virologi :  Ilmu yang mempelajari virus. Prof. Dimitri Iwanowski
  3. Mikologi:  Ilmu yang mempelajari jamur. Heinrich Anton de Bary
  4. Mikrobiologi :  Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme. Antony van Leeuwenhoek
  5. Bakteriologi :  Ilmu yang mempelajari bakteri. Heinrich Hermann Robert Koch
  6. Patologi : Ilmu yang mempelajari penyakit. Marie François Xavier Bichat
  7. Botani:  Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan. Theopharatus
  8. Zoologi:  Ilmu yang mempelajari tentang hewan; Entomologi (serangga), Ichtypologi (ikan), Ornitologi (Burung/Aves), Herpetologi (Reptil dan Amphibia), Mammologi (Mammalia), Malakologi (Sipuit).  
Berdasarkan aspek kehidupan, cabang biologi mencakup:

  1. Anatomi : Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk hidup. Andreas Vesalius
  2. Embriologi : Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio. Caspar Friedrich Wolff
  3. Fisiologi : Ilmu yang mempelajari tentang faal (fungsi kerja) organ tubuh. Herman Boerhaave
  4. Higiene : Ilmu yang mempelajari tentang pemeliharaan kesehatan makhluk hidup.
  5. Sanitasi : Ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan.
  6. Teratologi : Ilmu yang mempelajari tentang cacat janin dalam kandungan.
  7. Gnekologi : Ilmu Kandungan
Berdasarkan pengelompokan keilmuwan campuran, cabang biologi mencakup:
 
  1. Bioteknologi :  Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan penerapan proses biologi secara terpadu yang meliputi proses biokimia, mikrobiologi, rekayasa kimia untuk bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia.
  2. Biofisika : Ilmu yang mempelajari tentang proses fisika dalam kehidupan.
  3. Palentologi : mengkaji perkembangan sejarah kehidupan berdasarkan catatan fosil.
  4. Evolusi : Ilmu yang mempelajari tentang perubahan struktur tubuh mekhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama. Charles Darwin

Itulah, beberapa ilmu dari sekian banyak cabang ilmu Biologi yang bisa saya sampaikan. Ingat ilmu biologi adalah ilmu yang sangat luas dan terus berkembang. Mungkin saja di masa mendatang akan lahir ilmu-ilmu baru yang dapat mensejahterakan kita semua.

Jumat, 19 Desember 2014

Apa Itu Biologi dan Apa Pengaruhnya Bagi Kita di Masa Mendatang?

Perkenalkan saya Mas Bio, atau Ario, saya membuat blog ini untuk berbagi informasi dari berbagai pertanyaan yang sering ditanyakan seputar dunia Biologi. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya. Blog Ini diawali dengan perkenalan mengenai "Apa Itu Biologi dan Apa Pengaruhnya Bagi Kita di Masa Mendatang?" Jadi, tunggu apa lagi?


Q : Biologi Itu Ilmu Apa Sih? Sering Denger tapi Gak Tau Itu Apa.


BiologiBiologi bersama dengan ilmu fisika dan kimia, membentuk kesatuan sebagai ilmu sains. Dilihat secara ilmu etimologi, Biologi berasal dari bahasa Latin, bios yang berarti kehidupan dan logos yang berarti ilmu. Jadi singkatnya, biologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan di dunia ini beserta organisme di dalamnya. Biologi pada dasarnya merupakan suatu pencarian, penelitian yang terus berlanjut mengenai apa itu kehidupan.

Tetapi, sebenarnya bisa dikatakan EVOLUSI adalah tema utama atau "perangkum" dalam ilmu biolog. Evolusi menjelaskan kesatuan dan keanekaragaman kehidupan, dan juga kesesuaian organisme dengan lingkungannya.

Q : Adakah Orang yang Terlibat Terhadap Pengenalan Istilah Ini?


G. Reinhold Treviranus
G. Reinhold Treviranus
Istilah biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus (Biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802) dan Jean-Baptiste Lamarck (Hydrogéologie, 1802). Namun, istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach.

Bahkan, sebelumnya, istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yaitu Philosophiae Naturalis Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generalis et Dendrologia.



Q : Ehmm Gitu YaLalu Apa Karakteristik Biologi sebagai salah satu dari Ilmu Sains?

Berikut saya paparkan karaketristik Biologi sebagai ilmu:

  1. Objek kajiannya jelas, konkret, dan dapat di indrai.  
  2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata).
  3. Memiliki langkah-langkah sistematis yang bersifat baku.
  4. Menggunakan cara berpikir logis, yang bersifat deduktif ( dari khusus ke umum).
  5. Hasilnya bersifat objektif dan apa adanya, terhindar dari subjekfitas.
  6. Bersifat universal.    
 Karakteristik ditentukan oleh objek yang dipelajari dan permasalahan yang dikaji.
 

Q : Waduh Masih Pusing Nih. Lalu apa gunanya sih kita pelajarin Biologi ini ?

Banyak Sekali Gunanya!

Memasuki abad 21, kita menyadari bahwa kontribusi ilmiah di bidang biologi memegang peranan penting terhadap kehidupan modern. Biologi saat ini tidak sekedar biologi saja. Biologi telah menjadi ilmu yang juga terhubung dengan teknologi masa kini, kehidupan sosial, dan ekonomi. Saat ini, para pengajar biologi ditantang untuk mau mendalami informasi ilmiah baru serta terapan biologi yang sudah ada maupun yang memiliki potensi untuk diaplikasikan. Itulah mengapa, ilmu biologi disebut ilmu yang luas dan tak terbatas.

Para pelajar dan mahasiswa yang mendalami biologi memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan biologi di masa yang akan datang. Mereka lebih beruntung, karena sarana dan prasarana yang ada sangatlah lebih dari cukup untuk mempelajari ilmu biologi ini. Keberhasilan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat membantu kita dalam menulusuri lebih dalam ilmu yang penuh misteri ini.

Dengan semakin berkembangnya pengetahuan dalam ilmu biologi, kita saat ini dapat menciptakan berbagai vaksin untuk kesehatan, antibiotik, bioteknologi, dan juga penyebab mengapa wajah kita bisa mirip dengan wajah orang tua kita, dan masih banyak lagi.


Q : Loh, Emangnya ada pelajar yang tertarik dengan ilmu biologi ini ?

Tentu ada! Buktinya jurusan biologi di universitas - universitas masih ada mahasiswanya kok. (Kita doakan saja mahasiswa ini bisa lulsu dengan cepat dan tidak terjebak skripshit yang merepotkan. :P)

Biologi saat ini dapat dikatakan sebagai suatu ilmu modern yang lebih menarik untuk dipelajari. Walaupun demikian, di sisi lain banyaknya penemuan dan terminologi baru dapat pula menyebabkan keputusaasaan pelajar dan mahasiswa untuk memahaminya. :(

Perkembangan Biologi diberbagai bidang seperti bioteknologi, lingkungan, kedokteran, pertanian, peternakan, kelautan, dll. telah mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi di masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa biologi sebagai ilmu dasar yang banyak aplikasi akan dapat mengundang para pelajar dan mahasiswa untuk mempelajarinya.